cerita dari brighton, it is BRIGHT + ON

 

1

Kembali ke edisi #JJM , alias jalan-jalan murah, ya enaknya kuliah di central London adalah kebebasan dan variasi pilihan perjalanan jarak dekat (mapun jauh) dengan harga yang kompetitif. Apalagi jika traveling yang dimaksud sudah terplanning jauh-jauh hari bukan tidak mungkin anda mendapatkan tiket ke Eropa hanya 1 Poundsterling. Liburan easter biasanya masanya mahasiswa menjelah eropa, tapi berhubung saya tidak punya schengen visa (yang sebenarnya ada tapi sudah expired) dan kebetulan masih belum berencana membuat ulang, maka kota-kota disekitar London pun menjadi pilihan.

Brighton, adalah kota bagian dari wilayah East Sussex, kota ini hanya berjarak satu setengah jam perjalanan dengan kereta, dan jika beruntung bisa didapatkan dengan 8 Pounds PP !. Harga yang menarik bukan, dengan fasilitas kereta yang nyaman dan juga tawaran untuk mengobati kekangenan angin pantai khas Kuta Bali Indonesia, which always be the best one !. Brighton juga banyak ditempatkan sebagai “must see” city and atractions di daytrip from London. Brighton memiliki bentukan loop khas kota kecil di UK, hal ini yang menjadikannya ramah untuk traveler yang mau menjelajah area utama kota dengan berjalan kaki.

Kesan pertama datang dikota ini, ada yang sedikit aneh dari bentukan stasiun kereta apinya, struktur bajanya mengingatkan pada bentukan khas teralis-teralis di kota-kota etnik Indonesia seperti yogyakarta, solo, dan mungkin malang. Namun tentu saja ini berbeda, agaknya sentuhan klasik eropa tetap terasa kuat. Keluar dari stasiun brighton, yang pertama kali berasa adalah angin pantai nya yang sangat terasa di bentukan kota yang mengkombinasikan dataran tinggi dan rendah. Ya, saya sedikit merasa salah memilih jaket saat itu, saran berguna lain bawalah tolak angin jika perlu!. Diorama awal yang tersaji adalah bentukan rumah khas UK yang bercat pastel diantara kebanyakan warna monocrome putih atau cream, yang menciptakan sedikit koncah balah namun masih saja harmoni. Sebuah kesan yang hampir serupa ketika saya mengunjungi Colchester, bedanya disini lebih banyak bangunan tinggi dan mungkin sekelas flat atau apartemen. Menyusuri kota dan masih pagi, maka saya menyempatkan mampir ke warung kopi, meskipun yang saya pesan adalah hot choclate hehe. Maklum saya bukan penikmat serius kopi, meskipun terkadang kopi bisa membuat saya lebih serius.

Berjalan lebih jauh menuju ke arah pusat kota kita sampai ke pemandangan Brighton Dome dengan kubah bawangnya yang memberi kesan bahwa saya sedang tidak di UK, mungkin lebih ke negara-negara islam seperti Turki atau bahkan Pakistan. Ditambah lagi view ajaib di area Royal Pavilion Park yang mungkin bisa saya rename menjadi Masjid Agung Brighton!. Area parknya sekompleks dengan Brighton Museum dan Art Galery, dan sewajarnya taman kota tentunya juga akan banyak musikus jalanan yang sangat bertalenta. Ntah kenapa “pengamen” di UK selalu menunjukkan skill yang serius, yang sangat layak untuk diapresiasi. Dalam perjalanan juga saya temui beberapa street market yang sedang open market, ya hari itu sabtu dimana kebanyakan jalan di UK akan disulap menadi street market. Selain itu saya juga sempat menemukan area toko loak yang menjual beberapa property lama termasuk buku bekas berkualitas dengan harga cukup sePounds tiap bukunya, sayangnya saya sedang tidak berminat membeli buku saat itu heheh.

Sajian utama Brighton selain pantainya adalah Brighton Pier, semacam ancol dan dufan yang berdiri di atas deck kayu sedikit menjorok ke arah laut. Bisa dibayangkan betapa kokohnya struktur ini sehingga bisa menampung banyak manusia dan beban yang dihasilkan oleh permainan-permainan yang menguji adrenalin, ya sebangsa Kora-kora lah di Indonesia. Uniknya struktur ini sudah ada sejak 1900 an, kemungkin mengalami perombakan besar-besaran setelahnya. Selain itu di dekat Brighton Pier terdapat Sea Life, semacam sea world di ancol, namun karena saya yakin Indonesia lebih menarik jadi saya putuskan untuk tidak masuk, selain tentunya alasan utama adalah berbayar hehe. Anw jangan berharap adanya pantai pasir, pantai di pusat brighton ini sebenarnya panjang tapi mostly adalah pantai batu dan kerikil, jika anda mau benar-benar mencari pantai ada bagian dari pantai ini yang dinamakan Seven Sister, namun mengunjungi sisi pantai ini akan memakan waktu sejam menggunakan bus ke lokasi itu dari Bighton.

Berjalan sepanjang pantai mengingatkan lagu 90an – Caffeine hahaha ! Apalagi ditambah dengan angin pantai kencang dan bulir-bulir garam yang sampai merambat hingga ke ujung bibir. Dan selayaknya wajar ditemui di Kuta, Bali maka banyak kios-kios etnik dibawah highway dan sepanjang pantai serta mini museum bahari yang bisa dimasuki secara gratis. Kembali ke pusat kota maka anda akan berkesempatan mengunjungi The Lanes, yang merupakan labirin butik, pubs dan restaurant. Tetapi tentunya fish&chips di Brighton Pier lebih menarik, karena ini adakah menu khas UK dan disajikan di deck dengan pemandangan laut lepas dan banyak burung belibis yang pemberani EPIC !.

Semakin menyusuri bibir pantai, sebenarnya brighton tidak terlalu spesial, namun nuansa arsitekturalnya sangat berbeda, seperti bangunan di dekat pantai menjelma sebagi flat-flat post modern dengan garis dan rautnya yang jelas. Secara tidak langsung menimbulkan kesan anda mungkin sedang berada di timur tengah daripada di UK hehe, pesan terakhir jangan lupa pastikan kamera anda tercas sempurna sebelum berpergian jika tidak maka akan anda temukan perbedaan tone warna di foto yang saya abadikan. Abaikan juga kacamata hitam, dikarenakan dari dulu saya ngidam memakai kaca mata hitam dan minus heheh.

Selamat menikmati !

Complete Frames :

https://www.facebook.com/nelza.iqbal/media_set?set=a.10206362228078090.1073741840.1339156245&type=3&notif_t=like

Advertisements

2 thoughts on “cerita dari brighton, it is BRIGHT + ON

  1. Greetings Kak! Seru sekali ngikutin catatan perjalanan Kak Iqbal. Anyway, saya Dita yang dulu pernah ngobrol sama Kakak di italki. Kebetulan buka lagi, langsung blog-walking kesini deh 🙂 semola selalu sehat Kak!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s