menemukan Jawa Timur di Nottingham

jalan-jalan

Terkadang alasan travelling di kota lain ketika berada di luar negeri cukup sederhana, hanya karena ingin berdialog dengan teman se-daerah, se-kampus, se-jurusan, se-PK, se-beasiwa, dan kesemuanya dalah wajar terjadi. Tidak perlu perencanaan yang cukup matang untuk berkunjung ke tempat kolega-kolega tersebut, karena nantinya pun kita akan mendapatkan partner jalan yang seru  dengan destinasi pasti dan tentu saja cerita-cerita unik dibalik layar. Nottingham, adalah kota yang sangat identik dengan legenda yang muncul sejak abad 17, Robbin Hood. Sebuah cerita superhero lokal, yang lagi-lagi bertema oligarki, dimana dia muncul sebagai pahlawan yang “membenarkan” pencurian orang kaya dikarenakan ketimpangan sosial pada saat itu. Lantas kemudian membagikannya kepada orang miskin di area hutan Sherwood dan Nottinghamshire.

Saya memulai perjalan sehari ini dengan sangat dinihari, beruntungnya ada beberapa teman LPDP East Java yang sudah berkenan membagi ruang tamunya untuk beristirahat sejenak, terimakasih Fenty dan Ovy. Ya, berangkat dari beasiswa dan daerah yang sama memang memberikan keuntungan tersendiri dan itu tentu saja berbeda. Tetapi disinilah keberuntungan dari jaringan beasiswa, terkadang anda tidak terlalu mengenal orang-per-orang, atau hanya bercengkrama melalui jejaring sosial, dan seketika anda bertemu maka anda tidak akan terlalu merasa seperti orang asing. Terima kasih juga Zazi, Navila, Icha, dan Dea, ibuk-ibuk rumpi yang seru !.

Nottingham sedikit unik, karena dia terletak di sisi utara London dan mungkin agak terlalu tengah dari UK secara keseluruhan. Kota ini menyajikan kontur site yang berbukit, dan juga landai tentu saja dengan banyaknya area hutan, taman dan konservasi hewan menjadikannya selalu menyenangkan untuk berada diluar. Kendati demikian udara di nottinghom lebih dingin dibandingkan dengan London. Kota ini sedikit memiliki anomali cuaca yang menarik, pada saat saya berkunjung dimulai dari sangat terang, hujan ringan, mendung, hujan deras, hujan es dan terang lagi. Bahkan dibutuhkan payung khusus terkadang untuk bertahan dari hujan yang tidak se-galau London, jika tidak siap-siap saja payungmu menjadi terbalik.

Kota ini tidak hanya tentang Robbin Hood dan cerita Hutan Sherwood. Tentu saja ini bukan pembenaran, karena pada dasarnya saya juga sedang ingin lari ke hutan, namun timing dan cuaca yang tidak memungkinkan akhirnya niatan napak tilas tempat menghilangnya Robbin Hood juga saya batalkan. Nyatanya, disana setidaknya terdapat urban park dengan Batman’s Mansion ditengah-tengahnya. Ah paling tidak saya masih bisa mendapati jejak “superhero” lainnya. Wollanton Hall dan tamannya adalah salah satu urban park terbaik di UK, dengan taman yang sangat luas mungkin setara dengan Hyde Park di London, padang rumput yang luas, pemandangan danau, dan juga area konservasi rusa yang dibiarkan bebas di sekeliling taman. Cristian Bale pernah menggunakannya sebagai  Wayne Manor, di The Dark Knight Rises pada tahun 2012.  Area dalam Wallanton Hall berisikan kumpulan hewan-hewan yang ditemukan di area city of Nottingham, karenanya tempat ini juga dikenal sebagai Nottingham Natural History Museum. Dibangun oleh seorang Duke of Nottingham di abad ke 15 di puncak Wollanton Park, namun kemudian dihibahkan ke pemerintah kota. Bangunan ini juga acapkali menjadi rujukan bagi mahasiswa yang sedang melakukan studi efek dramatis cahaya. Alasanya, karena bangunan ini termasuk bangunan yang secara historikal berhasil menempatkan kaca sebagai dramatic-poetic elements, selain juga kaca adalah material yang menunjukkan nilai prestis kelas sosial di jaman itu.

Destinasi selanjutnya tentu Nottingham Castle, menelusuri jejak kastil yang pernah mengalami masa riot sehingga dibakar dan diduduki oleh rakyat. Ya, cerita tentang ketimpangan sosial selalu hadir di berbagai jaman. Uniknya kastil ini kemudian di bangun ulang, dengan penataan landscape yang menarik, dan juga mengkombinasikan cerita Robin Hood sebagai bagian dari regeneration bangunannya. Tentu saja sebagai kota yang juga dikenal sebaga kota gua, anda bisa mengikuti tur de-gua yang dipandu langsung oleh seorang native notthingham dengan accent nottinghamshire nya yang (masih saja) membuat saya  bingung. Nottingham memang dikenal sebagai kota gua, bahkan keputusan tidak membangun underground di kota sebagai transportasi publik juga mempertimbangkan hal ini. Meskipun begitu Nottingham pernah menyabet penghargaan sebagai Kota terbaik dalam penyediaan transportasi umum di Inggris di tahun 2011. Memang ketika membandingkan beberapa Kota yang saya kunjungi di Inggris, kota ini cukup bisa untuk disejajarkan dengan London. Dengan bus warna-warni yang membedakan antar rute, tarif yang kompetitif, kerjasama yang menarik antara privat dan public, serta yang terbaru adalah hadirnya jalur tram darat yang membelah dari tengah kota sehingga menyajikan pilihan transportasi publik buat warga kota. Menarik !.

Menuju ke town center, nottingham agak seperti London, namun juga unik karena ada bagian kotanya yang terdiri dari bangunan klasik khas bata merah yang sebenarnya cocok menjadi perkantoran. Usut punya usut ternyata kawasan ini di abad 19 adalah kota industri fashion dan terkenal dengan produk Lace-nya, disanapun masih bisa ditemui Lace-Market tapi tentunya dengan sajian yang berbeda. Namun menyusuri kawasan yang sempat ruined di era perang dunia kedua ini, anda akan merasakan bagaimana kota ini bertahan dan kemudian bertransformasi dengan fungsi baru. Selain itu temukan juga Old Market Square yang juga menjadi salah satu dari pasar terbesar di Eropa, yang selalu saja menjadi fokus utama dari kota ini.

Fakta lain adalah warga kota ini percaya bahwa nottingham yang berhill dan beralley akan selalu melandaskan bangunannya pada dua titik tertinggi, gereja St. Marry dan Nottingham Castle, sehingga untuk perkembangan kotanya akan berada di alley tengah seolah berada dalam dua pengawalan bangunan tinggi ini. Jangan lupa juga melewati Nottingham Contemporary Art, dengan tulisan terbaliknya yang sayang nya bukan boso walikan khas malang, namun sang perancang berusaha memberikan efek view berbeda dengan menampilkan efek pantulan tulisan ini ke fasad kaca yang kemudian secara langsung membaliknya. Gallery ini juga berupaya menerjemahkan kembali “lace” di dalam bentukan fasadnya meskipun saya merasakan ini adalah upaya yang dipaksakan.

Menemukan Jawa Timur, tidak hanya mengunjungi destinasi-destinasi wisata di Nottingham yang sepintas mirip Jatim Park, bahkan anda bisa berlagak bak robbin hood di dalam galerinya, namun saya lebih memilih kostum budak. Sekali-kali lah saya mencoba berpose ala-ala pelancong belia, semoga tidak failed hahaha. Lebih jauh perjalan ini menjadi ruang rindu yang mengobati kangen ngomong jowo selama enam bulan di UK. Dialog khas Jawa Timur macem cuk, coy, mayak, nggateli, sumpah on disela-sela pergunjingan kita terhadap apapun menjadi lebih menarik dari obyek-obyek diatas. Perdebatan seru khas cangkrukan alias nongkrong, yang terdefinisi sebagai gathering for doing nothing  seketika saja terjadi. Meskipun literaly kita nggak bener-bener doing nothing loh! hahaha pembahasan dari cerita kota urban, lingkungan, arsitektur, dan masa depan juga tak luput mengalir disela-sela perjalanan kita menikmati nottingham. Apalagi terkadang wanita jawa timur bisa lebih heboh diajak ngerumpi daripada kita bertemu sesama jejaka. Hahaha, ditambah sajian mie ayam hand-made sebelum cabut lagi ke kereta malam menuju london berhasil menambah worth-it nya perjalanan kurang dari 24 jam ini. Selebihnya silahkan menikmati galeri nottingham yang ternyata sedikit romantis ketika hujan ini. Cheers !

Complete Frames :

https://www.facebook.com/nelza.iqbal/media_set?set=a.10206396848743585.1073741841.1339156245&type=3&uploaded=88

 

 

Advertisements

2 thoughts on “menemukan Jawa Timur di Nottingham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s