ada butiran doa di setiap selfie, sebuah catatan kunjungan Jokowi dan para Menteri

 

do not judge the book by its cover

do not judge the selfie before you try!

CgkoePXWMAAJBZy

Saya jadi sadar kenapa pada akhirnya seorang Agus Mulyadi, yang di masa mudanya sempat dikenal si raja selfie bareng artis sehingga menjadi amat fenomenal seperti sekarang. Meskipun pada kenyataanya dia harus mengerahkan segenap jiwa dan raganya untuk memodifikasi hasil foto bareng artisnya agar terlihat alami.

Atau barangkali belajar dari kasus selfie yogya yang popular di media beberapa bulan lalu, dimana kita harus kembali berterimakasih pada kosa kata selfie yang menjadi headline banyak status social media saat itu. Karenanya lah kita tau Indonesia masih punya tempat yang harus dijaga.

Selfie sebuah kata yang dinobatkan oleh The Oxford Dictionaries sebagai Word of the Year 2013 lagi-lagi menarik perhatian saya. Keberadaanya terkadang menjelma seperti halnya mantan, resah untuk dipikirkan, tapi tetap saja berulang kali kita meng-kepoinya. Dalam hal ini selfie mungkin lebih dasyat, ketika kita sendiri mawas diri dan mengkritiknya. Namun pada kenyataanya kita akan dengan senang maupun berberat hati melakukannya.

Untitled.png

Hari itu Jokowi datang ke London, berikut dengan jajaran menterinya. Kedatangan yang mengakibatkan saya akhirnya numpang tenar di BBC Indonesia karena kedapatan selfie bareng menteri. Baiklah anggap saja ini step awal saya sebelum menjadi fenomenal seperti alumnus selfie-kholic lainnya. Semoga !

Ada butiran doa di setiap selfie, bukan karena saya sedang merindukan segonjamoer . Tapi mungkin bisa jadi itu memang sebuah insight mendalam dari selfie. Percaya atau tidak seorang (lagi-lagi) Agus Mulyadi harus bersusah payah bermain photoshop untuk menghasilkan foto ala-selfie bareng artis. Dan disadari atau tidak dari berulang kali foto selfie yang kita ambil maka foto terbaik lah yang akan nangring di jagad sosialita kita. Itu artinya apa, bagimanapun dengan selfie kita pun sedang berdoa untuk terlihat “baik” di depan orang-orang. Hampir sama kan dengan harapan orang-orang selfie bareng artis dan pejabat yang mungkin saja takdir bisa jadi membawanya dekat dengan dunia itu seperti halnya Agus Mulyadi (cuk maneh).

 

Tapi tenang bagi saya selfie juga punya batasan. Kalaupun tidak memungkinkan pasti saya akan mundur dari kesempatan berselfie ria. Apalagi ketika Jokowi ke London, hal yang menyadarkan saya bahwa ketika ibu-ibu meminta berselfie dengan pejabat maka akan sama bahanyanya dengan ibu-ibu di kampong yang riting ke arah kanan namun berbelok ke arah kiri. Jadi guys, berhati-hatilah ketika berselfie percayalah bahwa semua manusia di dunia punya kesetaraan hak yang sama untuk berselfie.

Cgkuc2hW0AAtpnF.jpg

Dibalik kunjungan Jokowi di London, dan menterinya yang cukup ramah untuk berselfie ria. Saya juga disadarkan di setiap ketenaran obyek selfie pasti ada creator unggul yang turut andil untuk menciptakan obyek itu menjadi selfie-able. Contohnya saja hamparan bunga amariliss di Gunung Kidul Yogyakarta, yang ternyata terawat dengan indah karena sentuhan bapak sukadi . Demikian pula (mungkin) Jokowi, dibalik sosok visionernya dan pekerja kerasnya saya menemukan om Surya Paloh hadir di menyertai kedatangannya. Sampai saat ini saya masih bertanya-tanya, dalam kapasitas apa om ini ikut-ikutan datang di rombongan negara?.

Ah santai saja, karena saya tetap berselfie ria kok dengan om surya. Bukan karena saya berharap memiliki tingkat kesuburan jenggot yang sama, tapi mungkin saya bisa mencari insight berarti bagaimana caranya ikutan jalan-jalan dengan rombongan istana. Anyway kenapa yang ini saya nggak masuk BBC lagi sih hehe?.

Sekali lagi kembali ke persepsi selfie, terkadang itu bahasan tabu namun nyatanya tetap saja banyak dilakukan dan dirindukan. Seperti beberapa hari sebelum postingan ini terbit, seorang kombes ter-ngehits 2016, bapak Krishna Murti yang sedang berselfie ria dengan pelaku pembunuhan mutilasi. Ah entahlah mana yang lebih berbahaya dari pelaku multilasi, ibu-ibu yang riting kanan belok ke kiri, atau ibu-ibu yang memburu foto selfie bersama pejabat.

Pesan saya sebagai penutup, selfielah sebelum selfie itu dilarang, karena selalu ada doa dibalik setiap selfi. Seperti doa agar ada sosok terkasih yang menemani disaat selfie, cieeee.

Advertisements

2 thoughts on “ada butiran doa di setiap selfie, sebuah catatan kunjungan Jokowi dan para Menteri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s