italian pizza, melayu, tahun baru, dan MEA!

DSCF5281

Pizza, adalah makanan yang sangat saya hindari ketika berada di Indonesia. Entah karena alasan apa, saya selalu enggan untuk menikmati makanan ini di Indonesia, kecuali ada keterpaksaan yang tidak memungkinkan bagi saya untuk menolaknya, ditraktir teman semisal. Ketika hijrah sementara di London, kebiasaan ini sedikit berubah. Berawal dari ajakan teman untuk mencoba Italian Halal Pizza di daerah kampus bernama ICCO http://icco.co.uk/ , saya bemigrasi menjadi salah satu penggemar pizza. Ya, tentunya bukan untuk konsumsi keseharian karena harganya juga yang lumayan. Tetapi boleh lah sesekali keluar dari kebiasaan rutin konsumsi frozen food, sarden, nugget, sosis, toast, dan ayam-ayaman haha.

Anyway, ini bukan membahas pizza, tapi behind the story dibalik caption judul tulisan ini. Ya, hari itu menjelang pergantian tahun menuju 2016. Dan dipergantian tahun inilah rupanya, pertamakali prosedural ticketing buat area kembang api di LONDON NEW YEAR FIREWORK (Dipusatkan di sekitar London Eye) area diberlakukan. Herannya tiket yang dijual online jauh sebelum hari H sekitar 10 Pounds (which is 200rban) cukup laris dan sold out. Di jalanan juga masih banyak “calo” yang menjual ticket ini secara offline. Seandainya tidak mendapat “tiket gratisan” dari seorang kawan di Manchaster yang berkunjung di London (makasih mas wisnu!), mungkin lebih baik melihat kembang api dari beberapa titik freezone , atau mungkin cukup dari kamar flat di daerah Kentish Town, Camden juga masih bisa terlihat. Hahaha tidak mengapa, anggap saja aji mumpung. Kapan lagi merasakan antrian massa yang banyak, menuju pusat arena (dibagi menjadi beberapa zona misal red, blue,pink, dll) dan kita harus  sudah di lokasi minus 4 jam dari dimulainya Kembang Api. Bahkan beberapa orang memilih masuk dari jam awal hanya untuk mengamankan posisi view terbaik. Ya coba dibayangakan berada di luar berjam-jam, dengan suhu dibawah 10 derajat, angin yang kencang, dan celakanya ketika di TKP boro-boro ada pertunjukan musik yang ada hanya alunan musik yang terdengar dari sound gantung dan peringatan hitungan mundur dari MC. Jangan harap menemui orang teriak “mizone2, akua2, kacang-kacang, kopi2” hahaha ah informality sepertinya tidak mendapat tempat di Negara ini, ini yang jadi bikin kangen Indonesia !. Tapi tidak mengapa setidaknya pertunjukan kembang api selama 15 menit tetap menarik, meskipun setelahnya kita pulang dan mengantri lagi untuk masuk ke stasiun tube terdekat. Menariknya di malam ini semua transportasi massal di London di gratisin !. Ya cukup sekali lah merasakan berdingin ria diluar untuk menanti pertunjukan yang hanya 15 menit hehe.

New Year celebrations
Scotland Yard said there will be around 3,000 officers across central London for the fireworks

Flashback sedikit, setelah cukup berputar di beberapa titik di London, kita memutuskan untuk mendekat ke area kembang api. Tapi sebelum itu kita mampir di sebuah Masjid di tengah kota, bernama Goodge Street Mosque. Masjid ini juga bagian dari Moslem World League London Office http://www.mwllo.org.uk/. Fasilitasnya cukup lengkap untuk Masjid di negara muslim minoritas, ada madrasah, ada ruang solat yang lapang, area wudhu yang banyak, dan juga perpustakaan. Menjelang solat ashar berjamaah, seorang jamaah dengan karakter muka ASEAN menyapa, ” darimana ” , ” malaysia ?”. Entah kenapa ketika berhadapan dengan stranger disini selalu dikira orang malaysia hehe. Kita menimpali dengan menjawab, Indonesia. Singkat cerita seusai solat berjamaah kita berbarengan menuju area sepatu, dan bapak yang belakangan saya ketahui bernama Ahmad Hulaimy ini tetap berdialog singkat dengan ramah, bahkan mengajak kita minum teh bersama. “mari nak (hendak) minum teh di hall” , dengan logat melayunya yang kental.

masjid-entry-view

Asumsi saya, kami akan mengulang apa yang sudah saya alami di Iqra Academy, Edinburgh. Namun diluar ekspektasi saya ternyata hall yang dimaksud adalah Kedai Italian Pizza yang berada persis di sebelah pintu masjid ini. Hahah padahal sebelum masuk masjid, saya juga berencana mampir tapi nggak enak juga sama teman karena kita baru selesai makan hehe, ya memang rejeki itu selalu datang tidak terduga. Beliau banyak cerita tentang masjid ini, ternyata memang kedai ini adalah bagian masjid yang sengaja disewakan untuk kedai makanan halal. Pak Ahmad Hulaimy ini ternyata seorang penulis, yang menyelesaikan studynya di LSE (London School of Economics) dan sudah 30 tahun bermukim di Inggris. Pembicaraan kita mengalir dari masalah kota, politik, ekonomi, urban sampe travelling. Ternyata si baak juga lagi merancang sebuah destinasi tourism spot di area Westminster, hmmm menarik !. Juga sempat saya tanyakan tentang William Henry Quilliam , seorang bangsawan penyebar muslim di Inggris yang ternyata makam dan masjid peninggalannya berada di Liverpool (wah harus kesini nih !). Tapi pembicaraan yang menarik adalah mengenai melayu.

“saat ini kita di pecah belah, kita ini sebenarnya nusantara dari bangsa melayu, malaysia, brunei, filipina, indonesia itu bersaudare”

“issue semua dibesar-besarkan supaya kita tak jadi bangsa maju”

“pahal kita berasal dari root yang sama, dan harusnya kita bangga berbahasa melayu”

“batik itu kita akui punya Indonesia, tapi dibawa ke malaysia, kita diak mengklaim itu asli malaysia, tapi itu juga produk dari bangse melayu, kenapa ini dibesar-besarkan dan bikin kita bertengkar” (hahaha saya cuma tersenyum, pas pembahasan ini).

Apapun itu saya bersyukur bertemu bapak ini, terlepas dari traktiran cappucino dan pizzanya. Diskusi singkat mengenai Islam, Kota dan Identity juga sedikit mengulik ketertarikan saya untuk kembali merefleksikan nasionalisme itu seperti apa. Dilain ngomong-ngomong tentang melayu dan ASEAN, tahun baru juga ditandai dengan dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean . What does ASEAN Community mean for its peoples? What is in store for ASEAN Community in 2016 and beyond? monggo dibaca lagi disini https://www.dropbox.com/sh/xgcshs8pzciwvj6/AADHkhYKUBPbEFHanWOMeHnqa/For%20Indonesia/Size%2021.5×30/Print%20PDF%20reduced/OurASEAN_21.5by30PDFX20151222.pdf?dl=0

Begawan Pemasaran Hermawan Kertajaya menyampaikan penerapan MEA tgl 1 Januari 2016 ini. Sdh ditandai dg adanya 1.000 supir taxi di Filipina yg belajar bahasa Indonesia, Ratusan pebisnis Thailand yg intensif mempelajari bahasa Jawa, intinya tahun 2016 adalah tahun pemanasan menuju pasar tunggal ASEAN dimana bukan hanya “flow of product” yg sangat tinggi, namun jg “flow of services & human” nya.

Yup, tanpa upacara khusus, 31 Desember 2015, secara resmi MEA mulai diberlakukan. Dalam MEA, pasar untuk produk kita tidak lagi sebatas 240 juta pernduduk Indonesia, tetapi 615 juta penduduk di 10 negara ASEAN. MEA secara ringkas berisi lima hal: diberlakukannya arus bebas antar sesama negara di ASEAN, meliputi Barang, Jasa, Tenaga Kerja Terampil, Modal dan Investasi. Untuk kelima hal tersebut, kita punya kesempatan yang sama. Apakah kita akan menyerbu negara Asean lain dengan Barang, Jasa, Tenaga Kerja Trampil, Modal dan Investasi, atau sebaliknya justru kita yang akan diserbu. Semuanya terpulang kepada kita.

London, 04-01-2015

 

 

 

 

 

 

Advertisements

3 thoughts on “italian pizza, melayu, tahun baru, dan MEA!

  1. membayangkan rasanya makan pizza ditemani cappuchino. sepertinya aneh. lalu, di mana tehnya?

    *salah fokus.
    *maafkan saya.
    *menghilang.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s